Minggu, 30 Maret 2014

Aku Membunuhnya

Suatu hari bila kau merasa rasa ini tak lagi sama. Jangan salahkan aku! Aku sengaja membunuhnya. Aku sengaja meracuninya. Karena, ku pikir tak ada gunanya ia hidup dan terus berkembang tanpa masa depan. Aku menaruh masa depan di kamu, sementara kau pikir ia hanya benalu. Biar saja ia mati, karena mungkin memang selayaknya rasa yang tak tahu diri itu pergi dari muka bumi ini. Berlalu bersama hal-hal yang pernah ia cita kan, karena memang sepertinya cinta tak ia dapatkan.
Jangan sesalkan aku, karena aku juga tak ingin kau menyesal. Bukankah penyesalan hanyalah kegiatan membuang apa-apa yang sudah terbuang?. Sudahlah, biar saja semuanya benar-benar punah. Segala yang tumbuh di hatiku, sudah ku hanguskan dengan marah yang ku lahirkan dari kepalaku. Bukan benci kepadamu, aku hanya benci kenapa aku membiarkan hatiku jatuh terlalu mendasar kepadamu. Aku benci kepada hal-hal yang merusak benarku. Jatuh hati kepadamu, membuatku benar-benar jatuh diri, aku bahkan mempermalukan diri kepada penduduk bumi. Aku cinta, tapi kau tak peduli rasa. Dan aku tetap saja melakukan. Berkali-kali. Terus menerus.  Tanpa pernah mengajak logika.
Hingga saat menulis kalimat ini. Aku menyadari aku memang harus membunuh segalanya. Aku benci dengan perasaan yang tak tahu diri ini. Aku benci bila harus bertemu denganmu setiap hari, dan aku masih memikul berat perasaan ini di dadaku. Kau tahu? Tak ada yang lebih sakit saat hatimu terlalu mendasar, tapi yang kau dapatkan hanyalah senyuman kasar. Sudahlah, aku ingin kembali menjadi manusia yang tak mencintai kamu. Aku ingin kembali menjadi manusia yang dihargai penduduk bumi. Seperti hakikatnya cinta; selalu membuatmu menjadi lebih berharga, bukan membuatmu jatuh dan mengemis. Cinta itu kaya, tak selayaknya ia membuatmu menjadi pengemis. Tak selayaknya ia menjadikanmu budak. 
Sebelum aku dikutuk menjadi pengemis, ada baiknya ku bunuh saja dia. Meski aku tahu, membunuhnya, sama saja menghancurkan separuh isi dada ku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar